cloud computing dan CloudGaming

Konsep penggunaan aplikasi perangkat lunak kepada pengguna individu maupun perkantoran melalui sarana internet dahulu dikenal dengan istilah ASP (Application Service Provider). Saat ini perkembangan TI lebih menuju konsep social networking: openess, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one click, terdistribusi, scalability, concurency dan transparan, dikenal sebagai Cloud Computing.

Teknologi cloud computing ini merupakan generasi ke lima komputasi (setelah mainframe, personal computer, client server computing, dan web/internet). Sehingga sebuah Cloud memanfaatkan konsep komputasi tersebut. Dimana suatu layanan dikatakan sebagai cloud computing memiliki beberapa karakteristik dasar, diantaranya: Scalable (Aggregate), Elastic, Self-service on demand, Ubiquitous access (service and more), Complete virtualization, Relative consistency, Commodity.  Model cloud computing dibagi menjadi tiga, yaitu: Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), Infrastructure as a Service (IaaS) dengan model deployment dikategorikan sebagai: Private cloud, Community cloud, Public cloud, Hybrid cloud. Bacaan lebih lanjut silakan lihat http://hexawebhosting.com/getfile-326.zipmore

Mekanisme akses ke cloud computing mungkin dapat dijalankan beraneka ragam, mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi client, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing.

Pembuatan miniatur cloud computing berbasis open source dapat dilakukan, salah satunya menggunakan Ubuntu Enterprise Cloud (UEC). Miniatur ini merupakan contoh dari sebuah Infrastructure as a Service (IaaS).. Bacaan lebih lanjut silakan lihat http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/UEC

OnLive merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan aplikasi cloud computing untuk layanan Software as a Service (SaaS), yakni CloudGaming. Teknologi yang mendasari CloudGaming ini adalah semua sistem divirtualisasi dan pengguna menggunakan resource sesuai kebutuhan. Untuk menjalankan CloudGaming, secara teknis sebetulnya yang diperoleh si pelanggan cloud hanyalah sebuah aplikasi video game yang berjalan diatas sebuah server virtual pada serverserver fisik yang dimiliki penyedia layanan. Server virtual yang dimaksud bisa berupa sebuah desktop web yang dirancang untuk memungkinkan aplikasi video game berjalan pada web browser. Salah satu aplikasi yang mendukung fungsi desktop web server ini yaitu EyeOS (sebuah cloud operating system). Bacaan lebih lanjut silakan lihat http://www.eyeos.org/professional-edition/technology/

Sekilas jika kita lihat memang tidak berbeda antara online gaming dengan cloud gaming. Dimana keduanya membutuhkan koneksi internet untuk dimainkan, tapi harus dilihat bahwa dalam cloud computing kita tidak perlu melakyang dimaksud bisa berupa sebuah desktop web yang dirancang untuk memungkinkan aplikasi video game berjalan pada web browser.ukan instalasi apapun untuk menjalankan aplikasinya atau mengunduh patch yang akan di-install ke komputer bila ada perubahan dalam permainan video tersebut.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s